Doa Seorang Ibu

Friday, October 15, 2010
Pada zaman dahulu, hiduplah seorang wanita yang menikah ...dengan seorang laki-laki bernama Ismail. Suaminya adalah seorang ulama terhormat yang berguru daripada Imam Malik. Dari pernikahan keduanya, lahirlah seorang anak yang diberi nama Muhammad.

Tidak lama kemudian, sang suami, Ismail meninggal dunia denganmeninggalkan harta warisan yang sangat banyak untuk anak dan istrinya. Sang ibu pun mendidik anaknya dengan pendidikan Islam yang menyeluruh. Dia berharap kelak anaknya menajdi salah seorang ulama mengikuti jejak sang ayah. Namun, satu masalah yang harus dia hadapi adalah sang anak buta sejak lahir. Karena buta, maka sulitlah bagi dia untuk melakukan perjalanan dari satu syaikh ke syaikh yang lain untuk menuntut ilmu. Namun, dengan begitu yakin, sang ibu berkata " saya menemukan jalan keluar yang tidak pernah tertutup." katanya. Jalan itu adalah do'a.

Begitulah,sang ibu memilih penyelesaian masalahnya dengan bermunajat kepada Pemilik amanah yang dijagainya. Ia pun mula berdoa dengan hati yang tulus dan kepasrahan yang penuh kepada Allah SWT. Hingga suatu malam, ia bermimpi bertemu dengan Nabi Ibrahim. Dalam mimpi  tersebut, Nabi Ibrahim berkata kepadanya, "Wahai wanita, sesungguhnya  Allah telah menjadikan anakmu melihat karena banyaknya do'amu." Subhanallah, ketika pagi menjelang..sang ibu mendapati anaknya dapat melihat.
 (Sekadar gambar hiasan)
Doa ibu, perisai terbaik..

Setelah Allah mengembalikan penglihatan Muhammad bin Ismail, maka sang ibupun  mulai mengarahkan anaknya kepada ilmu. Alhasil, tidak berapa lama sang  anakpun dapat menyusun kitab yang paling shahih di dunia setelah Al  Quran, yaitu kitab Shahihul Bukhari.

Ya..anak itu bernama Muhammad bin Ismail Al Bukhari. Dialah Imam Bukhari. Allah benar-benar telah mengurniakan penglihatan, ketajamam mata hati dan  daya ingat yang luar biasa. Muhammad telah menghafal beberapa kitab para imam kaum muslimin, di usianya yang baru 16 tahun. Pada usia itu pula  ia memulakan perjalanannya yang panjang dalam menuntut ilmu.

Imam Ahmad bin Hanbal berkata,"Khurasan tidak pernah melahirkan tokoh semisal Muhammad bin Isma'il." Imam para Ulama, yakni Abu Bakar bin Khuzaimah berkata," Tidak ada  seorangpun di dunia ini yang lebih mengerti tentang hadis melebihi  Muhammad bin Ismail." Al Hafidh Ibnu Hajar Al  Asqalani, penyusun kitab Fathul Bari Fi Syarhi Shahihil Bukhari  berkata." Andai saya membuka pintu pujian untuknya dari orang-orang yang datang sesudahnya, tentu habislah lembaran-lembaran kertas dan habislah kata-kata. Ia merupakan lautan tak bertepi."

Subhanallah..Demikianlah kekuatan hafalan Imam Bukhari dan perhatiannya pada penyebaran cahaya bagi kaum muslimin. Imam Bukhari adalah salah satu hasil jerih payah sang ibu yang tidak kenal lelah berdo'a untuknya, agar Allah mengembalikan penglihatannya. "Sesungguhnya Allah, Dzat Yang Maha Pemalu, Maha Mulia dan Maha Pengasih itu merasa  malu, bila seseorang mengangkat kedua tangannya berdo'a kepadanya, lantas ia mengembalikannya dalam keadaan hampa ( tidak dikabulkan)."

(Shahihul Jami' Ash Shaghir.Jilid 2.Nombor hadis: 1753)

3 comments:

Bintu Arifin said...

Jazakillah Puan Isfadiah, ats prkngsian.Moga ALLAH merahmati.

Besarnya peranan seorang ibu. Tanpa doanya, siapalah kita didunia ini..

aisyahHumaira said...

Assalamu'alaikum...

SubhanALLAH...indah sgt cerita ni dik..Alhamdulillah, begitu besar peranan doa seorang ibu..doa yg tulus ikhlas pasti membuahkan hasilnya..yg mana akn dtg berupa nusrah ALLAH..Allahu Akbar! manisnya iman..manisnya kekuatan doa..
syukran dik perkongsian ini
syukurillah...

Bintu Arifin said...

Wslm.wbt kak..

Ye ukhtiku, sangat indah bila mana seorang anak itu sentiasa ada doa ibu bersamanya. Ada doa ibu, ada nusrah ALLAH, biiznillah..

Sama2 kak, moga jadi bingkisan terbaik buat anak-anak..

Kak, doakan saya juga wahai ummu Luqmanul Hakim.:)

'Azhimnya MU ya ALLAH..

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...